BAHASAKU BUKAN BAHASA KAMPUNGAN

Indonesia adalah Negara yang penuh dengan keragaman, terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan, dll. Namun Indonesia mampu mepersatukan bebagai keragaman itu sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” , yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Memiliki banyak budaya yang beragam, sehingga kita harus benar-benar melestarikan dan mengembangkan budayatersebut oleh generasi muda saat ini, sehingga kekayaan budaya Indonesia selalu terlihat dan dilihat oleh negara-negara lain bahwa berapa banyak seni dan budaya dibudidayakan oleh bangsa kita.
Keberagaman bahasa adalah salah satu dari berbagai banyaknya budaya di Indonesia dari Aceh sampai Papua, dari Sabang sampai Marauke, Indonesia kaya akan bahasanya. Bahasa Batak, Bahasa Madura, Bahasa Tidung, Bahasa Jawa, Bahasa Wanukaka, dan banyak lainnya.
Indonesia menjadi Negara ke dua dengan keberagaman bahasa terbanyak di dunia, nomer satu dinya adalah Papua Nugini dengan memiliki lebih dari 800 bahasa daerah. Indoneisa yang memiliki 707 bahasa daerah, itu adalah Jumlah keseluruan bahasa daerah yang ada di Negara kita, Negara Indonesia. Bahasa daerah yang kalian tahu sangat sediki, dan masyarakat yang mengetahui jumlah total tersebut lebih sedikit lagi, karena pada dasarnya masyarakat hanya mengetahui bahasa daerah yang sering di gunakan, seperti Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Padang, Bahasa Batak, Pengguna Bahasa Jawa dan Sunda kurang lebih ada sekitar 1juta jiwa.
“Tahun 2016 Badan Pengembangan bahasa telah mencatat bahwa ada 15 Bahasa daerah yang telah punah dan 139 bahasa daerah terancam punah”.
Penyebab bahasa daerah yang telah punah adalah tidak adanya masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan kesehariannya. Kenapa mereka sampai tidak ingin menggunakan bahasa daerahnya? Karena dewasa ini menggunakan bahasa daerah di anggap kampungan dan tidak mengikuti perkembangan zaman yang lebih maju. Banyak Undang – Undang yang mengatur tentang bahasa daerah, tapi apa masyarakat tau? tidak!
Karena mereka beranggapan, “bahasa daerah sudah ketinggalam zaman alias Kampungan.”
Penilaian seperti itu yang membuat saya pribadi menjadi sedih, lebih memilih menggunakan bahasa asing daripada bahasa yang berada di negara sendiri.
Pasal 32 Ayat 2 UUD 1945, “negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional”. Kita, masyarakat Indonesia yang harus memelihara bahasa daerah kita sendiri, suarakan percakapan yang khas di setiap daerah kalian sehingga masyarakat lain juga bisa mendengarnya dan berkemungkinan tertaruk dan memperlajarinya.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 “penggunaan bahasa daerah diatur sebagai pelengkap penggunaan bahasa Indonesia yang diwajibkan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional di indonesia”. Itu artinya Bahasa daerah boleh digunakan pada tahap pendidikan untuk menyampaikan pengetahuan dan keterampilan berbahasa daerahnya.
Melihat semua kenyataan yang ada di Indonesia, negara tercinta kita masihkan kita diam saja?
masihkan kita menyerahkan sepenuhnya pendidikan bahasa daerah pada pemerintah, mungkin pemerintah bisa memasukkan kurikulum pendidikan bahsa daerah yang berbeda di setiap sekolah-sekolah dasar(SD) di masing-masing daerah. Tapi kebanyakan dari masyarakat acuh akan urusan hal itu karena kita piker itu adalah urusan pemerintah, kita tidak boleh seperti itu, kita tidak bisa tinggal diam, ini tanggung jawab kita juga, kita tinggal di negara yang sama , kita adalah generasi modern tetapi bukan berarti meninggalkan budaya dan bahasa kita. Bahasa adalah jati diri sebuah bangsa, kalau kita tidak bisa menunjukan bahsa daerah kita , maka kita akan mengalami krisis berbahasa daerah.
Tunjukkan mental berani dan bangga saat menggunakan bahasa daerah, mulai dari diri sendiri ajak teman kalian berbahasa daerah, Setidaknya gunakan bahasa daerah satu sampai dua jam menggunakan bahasa daerah, agar bahasa daerah tidak di anggap bahasa kampungan. Saya cinta sekali sama negara Indonesia, cinta sekali. Saya tidak tau rencana kalian kedepannya apa, tapi semoga kita bisa bertemu,Anda dan saya , kita yang bangun Indonesia kita yang buat negara Indonesia makmur akan budaya dan indah karena bahasa. Terima kasih Indoneisa.

Ivan Tio Sadewo

(Mahasiswa Sastra Indonesia)